Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW BUKU PIKIRAN FAJAR "YAUDAH, TERIMA AJA"
@ Kamar tidur
Hallo, selamat datang kembali..
Sebelumnya, aku ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa untuk teman-teman yang sedang menjalankan. Bagaimana puasa hari pertama? Lancar, ya. Rasanya baru minggu lalu kita mengenakan pakaian terbaik, saling berjabat tangan, menyantap hidangan khas, ziarah ke makam, dan melakukan aktivitas lain saat Hari Raya Idul Fitri 2021. Pada hari ini, dan 29 hari kedepan inshaa Allah kita akan kembali berjumpa di hari yang dinanti jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Ngomong-ngomong,
terhitung sudah satu bulan aku tidak mengulas buku. Ada beberapa buku yang akan
aku ulas di bulan yang penuh berkah ini. Buku pertama yang akan aku ulas berikut
merupakan buku yang bisa dikatakan cukup spesial. Buku ini berjudul ‘Yaudah, Terima Aja: Jalani Semampunya,
Bersedihlah Secukupnya’ karya Fajar Maududi.
![]() |
| Gambar: Pribadi |
BAGIAN 1
PEMBUKAAN
Bagian pertama
membahas mengapa aku tertarik untuk membaca buku ini. Tidak lain dan tidak
bukan adalah karena berawal dari seringnya menonton konten video yang penulis
buat di akun Instagram pribadinya. Berangkat dari konten video di akun Instagram
pribadi sang penulis, sampai salah satu lagu milik Hindia yang berjudul ‘Mata Air’
meledak dua tahun kemudian pasca perilisannya pada album ‘Menari dengan
Bayangan’ yang membuat sang pemilik lagu mengucapkan terima kasih untuknya,
karena lagu tersebut banyak dijadikan backsound
di beberapa konten video pemilik akun Tik Tok maupun reels di Instagram. Ditambah dengan narasi dan voice over yang bersahabat, buku ini akhirnya berhasil ia selesaikan.
Lewat akun yang diberi nama @Pikiranfajar ia menuangkan karya. Dalam konten video tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah video yang berdurasi kurang dari enam puluh detik, ditambah dengan narasi penyemangat, dan harapan yang tentunya sangat relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Mengetahui Fajar akan menerbitkan buku pada Maret 2022, aku penasaran. Akan seperti apa buku yang Fajar tulis?
Menunggu
sekitar dua minggu setelah melakukan transaksi pembayaran, aku dan beberapa
pembeli diundang ke grup Whatsapp. Dikabarkan, buku dikirim pada tanggal 20
Maret 2022. Seperti memesan buku dengan sistem Pre-Order kebanyakan, admin grup akan mengirim daftar nomor resi
sesuai dengan nama pembeli. Tepat di tanggal 24 di bulan dan tahun yang sama,
buku ini tiba di rumah. Lengkap dengan bungkus paket yang bertuliskan nama,
nomor telepon pribadiku, dan alamat rumah mama.
BAGIAN 2
TENTANG BUKU
Aku membaca buku ini lebih dari dua hari. Padahal buku ini tidak setebal novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, pun tidak setebal Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Ahhh.. sudahlah, mari kembali ke topik utama!
Ada 4 fakta menarik dari buku ‘Yaudah Terima Aja’ karya penulis asal kota Serang Banten ini. Pertama, tidak ada daftar isi di buku ini. Jujur saja, baru kali ini aku membaca buku tanpa ada daftar isi. Kedua, terdapat tanda tangan penulis. Ketiga, aku mendapat stiker lucu dan unik secara gratis, dan yang keempat, buku ini bertemakan Self Improvement. Terdiri dari 3 prosa, dan seperti yang aku bilang, buku ini tidak setebal kedua novel di atas, hanya 164 halaman. Sudah termasuk dengan kata pengantar, ucapan terima kasih, dan profil penulis.
Buku ini
cocok untuk kalian yang membutuhkan seseorang untuk berdialog, karena diksi
yang digunakan oleh penulis dalam buku ini sangat ringan. Selayaknya kita
mengobrol dengan teman. Kalimat yang Fajar tulis juga mewakili isi hati
siapapun yang mungkin saja pernah berada di posisi yang sama. Baik itu sedang
melewati masa sedih, kecewa, takut, khawatir, dan pikiran-pikiran buruk lain. Walaupun menggunakan diksi yang sangat ringan, namun Fajar tidak meninggalkan garis besar isi
buku. Ia tetap menyampaikan pesan untuk para pembaca, terutama bagi kalian yang
tengah menginjak usia kepala 2, maupun yang baru menapakan kakinya di
pertengahan usia 25. Fajar secara jeli mampu menerka siapa pembaca bukunya.
BAGIAN 3
PENUTUP
Kesan setelah membaca buku ini, perasaanku sedikit lebih tenang. Karena setelah membaca buku ‘Tidak Apa-Apa Sebab Kita Saling Cinta’ beberapa waktu lalu untuk menguatkan hati yang sedang rapuh, aku merasa dikuatkan kembali setelah melewati titik terendah di usia kepala 2 bersama buku ini. ‘Yaudah, Terima Aja’ secara santai dan perlahan menenangkan hati dan pikiran para pembaca yang sedang rumit akan berbagai persoalan, terutama bagi teman-teman yang sedang menghadapi fase menuju dewasa. Terkait urusan hati, realita di usia 20-an, realita dunia kerja, dan berbagai realita kehidupan yang sejatinya sedang kita alami. Fajar mengajak pembacanya untuk tetap berusaha, tetap berjalan, dan tidak berhenti untuk selalu berdoa apapun kondisinya.
Oh iya, sebelum aku akhiri, ada kutipan favorit dari buku ini yang akan aku abadikan:
“Semesta, berikan sedikit kebahagiaan, ketika kita ngerasa jatuh-jatuhan.
Meskipun hanya sebentar, tapi kita ingin merasakan gimana rasanya dikasih
kesempatan.”
_Yaudah, Terima Aja (Pikiran Fajar)
Akhir kata, aku ucapkan terima kasih. Jika ada yang ingin teman-teman sanggah, atau ingin menambahkan dari ulasan di atas, silahkan tulis di kolom komentar.
Terima kasih,
dan selamat mempersiapkan diri kembali!
_Helena
Vector
Komentar
Postingan Populer
REVIEW BUKU "GILBERT CHOCKY: DAVE GROHL"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Iyahh kak yg kakak ulas bener bngt. Relate sama kehidupan aku dan yg aku rasakan setelah baca buku ini rasanya tidak bisa dilontarkan oleh kata kata cuma hati yg bisa merasakan begtu tenangnya perasaan dan tetap ber positif thinking pada semesta
BalasHapusHai.. terima kasih sudah mau berbagi perspektif yaa. Semoga harimu menyenangkan :)
Hapus