Assalammu'alaikum wr. wb.
Hay guys.. gimana kabarnya nih, sehat wal'afiat kan.. hehehe. Udah lama nih fina gak nulis di blog, udh yahh hampir 6 bulan gak dibuka-buka blognya. sekali dibuka yaa begitu, banyak debu, ada laba-laba bertelur, bikin sarang sana sini, aduh mama sayangeee !!
Hari ini mau bahas apa yah, hmmm. Oke, mau cerita nih selama 6 bulan ini. Masa' udah 6 bulan lamanya gak ada cerita, heehhe.
Ceritanya dimulai dari sekarang yaa bulan puasa. Selamat menunaikan ibadah puasa buat kalian yang sedang menjalankan. Gue mau jelasin beberapa hal yang Identik dengan puasa yaitu Sabar. Siapa sih yang enggak tau soal sabar? Kalimat yang enggak asing buat kita ini selalu menjadi hal yang menjadi Pro dan Kontra. Ada yang bilang kalo Sabar itu ada batasnya, kalo Sabar ada batasnya yaa namanya bukan sabar. Hmmm coba kalian simak cerita gue berikut ini tentang sabar.
Kejadiannya waktu fina bareng beberapa teman membuat
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) golongan GT (Gagasan Tertulis) yaitu saat beberapa bulan yang lalu sekitar bulan Maret atau April gitu.
JFYI, PKM itu programnya Pemerinah DIKTI nih. PKM juga ada bidangnya masing-masing. Ada PKM 5 bidang, yang terdiri dari
PKM-K (Kewirausahaan), PKM-T (Teknologi), PKM-P (Penelitian), PKM-KC (Karsa Cipta), dan yang terakhir
PKM-M (Pengabdian Masyarakat). Selain itu, ada juga
PKM-GT (Gagasan tertulis) dan
PKM-AI (Artikel Ilmiah). Fina ngasih tau sekaligus itu sudah ada hyperlink nya yoo, mas dan mbak yang mau lebih kepo banget soal PKM ini, banyak kok karya anak-anak bangsa yang tertera disana *ciyeehh disana* yaa bisa dibilang ini nih semi nya skripsi gitu. Kita ngerasain yang namanya revisi dari dosen pembimbing. Di kampus gue sendiri, bagi penerima Beasiswa itu hukumnya wajib kudu binti harus bikin PKM. Kalo nggak bikin, yaa di cabut. Yang membedakan antara PKM sama Skripsi itu, kita ngerjainnya gak sendiri tapi berkelompok. Terdiri dari 3-5 anggota dan termasuk ketuanya juga. Baik senior, maupun junior yang ada di dalamnya. Kebayang banget kita disuruh buat suatu tulisan yang berisi ide-ide kreatif dari Mahasiswa dan ide tersebut berasal dari 3-5 otak, gak cuma 1. Sedih senengnya yaa ada aja sih, dari situ kita bisa liat karakter dari masing-masing anggota. Keegoisannya dalam mengemukakan pendapat, ada yang kerja semangat, ada yang engga, ada yang manis, ada yang asem, nano-nano, kacang, kwaci, permen, mijon-mijon, yang haus-yang haus. *korban sering naik Bus* -_- Selain itu, PKM ini pelaksanaannya serentak di seluruh Universitas Negeri atau Swasta di Indonesia, dan ini sifatnya kompetisi. Kalo lolos alias menang, yaa dapet hadiah, dan kalau pemerintah tertarik sama PKM kita, yaa bakalan di pake buat proker pemerintah Indonesia. *Horraayy*
Dan baru aja di bulan Maret kemarin, fina bersama kawan-kawan mengirim satu PKM (Semoga menang. Ammiinn). Kami sekelompok 3 orang yang bisa dibilang nih kelompok absurd banget. Anggotanya dan dosen pembimbing gonta-ganti terus, udah gitu eike sering banget di php-in sama seorang ibu yang ditugaskan mengajukan nama dosen-dosen pembimbing untuk PKM. Kejadian yang bikin fina pengen ngacak-ngacak piring di warteg langganan adalah, sabtu pagi. Fina sms itu ibu-ibu sebut saja namanya ibu Matahari. Berhubung fina dari Fakultas Ekonomi, yaa di bimbingnya sama dosen dari fakutltas yang sama, plus fina jadi ketua. *ciyeehh ketua*
"Assalammu'alaikum, ibu, saya Fina Septiani dari Fakultas Ekonomi, jurusan Manajemen. Bu, hari ini ibu ada di kampus atau tidak, bu? Karena saya butuh dosen pembimbing untuk PKM saya yang dateline nya 1 minggu lagi sebelum batas hari pengiriman." gak berselang lama, ibu matahari pun membalas "Oh, waalaikumsalam. Iya, dek. Saya ada di kampus jam 10. Temui saya di Fakultas, jangan lupa bawa fotokopi lembar cover, saya mau lihat judul dan abstraknya". Kemudian, fina langsung caw ke kampus dengan keadaan mata berkantung lebam dan belum sarapan di warteg bude. Baru inget kalo semalem fina beli makan, budenya bilang "ada menu baru, mbak. Mampir ya". Fix, eike kelaperan pagi-pagi. :'(
Sesampainya di Fakultas, fina udah duduk manis di kursi tunggu, keluar masuk ruang Fakultas sekitar satu setengah jam. Karena udah mulai kesel, terpaksa deh nanya ke bapak-bapak yang lagi ngetik disitu, sebut saja namanya bapak sigap. "Pak, ibu matahari ada gak pak?" bapak sigap pun menjawab "Oh, ibu matahari lagi ada urusan dek, 2 hari. Jadi dari kemarin pun nggak ada, dek". dalam hati itu eike pengen garuk-garuk lantai sampe berlubang. Kalo ibu matahari emang ada urusan sejak 2 hari yang lalu, ngapain pake bilang 'besok saya ada di fakultas bawa ini bawa itu mau liat ini mau liat itu? Emaaaakkk !!!
"Oh gitu yah, pak. Ini saya mau ketemu ibu aja, pak. Kalo boleh tahu, kira-kira ibu matahari pulangnya kapan pak? Soalnya saya yang ikut PKM, pak. Ada perlu sama ibu matahari." dengan sigap, pak sigap menjawab "Sebentar, saya telpon dulu, dek." akhirnya pak sigap menelpon ibu matahari. Setelah itu.. "Hmmmm, gini dek kata ibunya, ibu pulangnya hari Rabu". What ?? Pengiriman kan minggu depan, sedangkan eike belum ngurusin yang lain. Belum dapet tandatangan Wakil rektor, wakil dekan fakultas, dosen pembimbing, tanda tangan ketua kelompok *ehh itu kan gue* dan belum beli materai 6000 *di abang-abang tukang jasa fotokopian banyak, mbak* Fix, saat itu juga eike geger, panas dingin, guling-guling, minta makan, naik ke roof top trus lompat kebawah *gak gitu juga keles*. Eike keluar ruang fakultas dengan badan lemas. Tapi eike gak patah arang, sob. Saat itu juga eike nyari temen eike namanya Rindasara Afrilia, salah satu orang yang selalu gue panggil dengan sebutan 'emak' yang akhirnya dia partner gue di PKM-GT. Gue nemu dia di jalan lagi bersenandung sambil bawa kertas yang dibungkus plastik bening. Gue mikir 'itu pasti PKM emak'. Tanpa basa basi lagi eike langsung nanya "Mak, PKM gimana? Kelompok lu udah?" Rinda nggak jawab, dia cuma sodorin itu plastik berisi kertas ke muka eike. "Apaan nih, pkm lo?" Rinda cuma angguk-angguk kepala sambil cemberut. "Gue bingung, pin. PKM gue galau nihh, belum beres mana banyak banget kali nihh kayaknya yang bakal di revisi, kelompok gue berantakan." Pas banget, akhirnya kita ceritain masalah kita masing-masing dalam proses pembuatan PKM. Akhirnya setelah panjang lebar curhat pake sesi tanya jawab mirip acara Mamah dan Aa, akhirnya kita putuskan untuk bersatu padu membuat PKM. Cuma satu masalahnya, waktu itu kurang satu orang di kelompok gue yang kata Profesor Jamasri (beliau salah satu juri dari Universitas Negeri Semarang) harus ada satu anggota kelompok dan harus senior. Gue mikir, hmmm.. Siapa kakak senior yang mau sekelompok sama 2 bidadari kesambet? *hiks*
Suatu hari, waktu gue lagi mau fotokopi pkm gue di lantai 3. Gue ketemu satu senior cowok, namanya kak Rio Rizki P. *Jawab sendiri apa kepanjangan hurup 'P' dari nama kak Rio*. Rio ini orangnya gila kadang-kadang, namun kegilaannya tertutupi oleh wajahnya yang tampan dan otaknya yang cerdas *untuuuungg nampak jelas kelebihannya. wakwakwakwak* dia juga aktif dalam kegiatan PKM, tapi kayaknya dia lagi ada masalah jadi dia belum sempat mikir soal PKM. Niatnya sih yaa kak Rio jadi partner PKM gue. Makanya gue coba mau nanya, tapi gak tau kenapa hari itu gue deg-degan waktu mau manggil namanya, karena biasanya saat aku ingin memanggil dia, raga ini biasa saja. Namun pada hari itu, aku merasakan hal yang berbeda saat aku ingin memanggil namanya dan kami berada di jarak yang dekat. Aku pun bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan cinta? *Gubrak malah drama* -_- gue panggil tuh kak Rio. "Assalammu'alaikum, kak. Kakak gimana PKM? udah ada kelompok belum?" dia jawab dengan wajah memelas minta makan "Belum, dek. Kakak bingung nih, mau gimana. Tugas banyak banget, kayaknya enggak bakalan ikut". CLING !!! Ini kesempatan emas yang harus gue ambil. Gue ceritain soal PKM dan keluh kesah gue juga selama proses pembuatan PKM, dan akhirnya dia mau join bareng gue *applause*. Selama kak Rio ada di dalam kelompok PKM yang dibawah naungan eike, dia banyak banget ngasih masukan ke gue dan Rinda. Yang bener gimana, yang salahnya yang mana, pokoknya mengayomi banget, dan emang pas tahun kemarin itu kak Rio PKM-GT nya menang. Jadi semoga kelompok gue juga menang, Ammmiiinn. Hohhoo.
Tibalah saatnya yaitu bertemu dengan ibu Matahari di hari Rabu pagi pukul 10.00 WIB. Dengan mengucapkan Basmallah, pede, gue masuk ke ruang fakultas sambil menenteng map berisi lamaran kerja *ehhh* PKM beserta lembaran yang diminta maksudnya. Ibu matahari pun menjelaskan ini itu blablabla, akhirya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Gue dapet dosen pembimbing, yaitu pak Jatmiko. Alhamdulillah banget dapet dosen pembimbing kayak pak Jatmiko, dia bilang "Yaa, ini bagus saya setuju dengan pendapat kamu, cuma ini kata-katanya perbaiki lagi. Sudah, cukup. Itu saja, selebihnya saya setuju" Beuhhhh itu rasanyaaaaaa.... kirain revisi bakalan banyak, tapi ternyata gak tuh, hehhehe. Akhirnya pak Jatmiko pun menandatangani PKM kami. After that, gue langsung minta tandatangan Bapak wakil Dekan Fakultas Ekonomi, yaitu pak Dihin. Dapet lagiiii, yeayyy !! Last, but not the last, tandatangan gue sendiri. *Fiiuuhh* 3 tandatangan sudah terbubuhkan di lembar pengesahan, tinggal tandatangan pak Wakil Rektor yang buat dapetinnya itu susah Na'udzubillah, ditambah waktu itu pak warek mau ada urusan keluar negeri. Akhirnya, gue dan emak langsung ke ruang kemahasiswaan buat minta tandatangan pak warek. Diruang kemahasiswaan, sudah duduk seorang pria tegap yang biasa kami sebut 'Bang Black' katanya, "yaudah dek, PKM nya kumpulin disini, kalian bisa ambil besok siang. Udah gitu PKMnya di fotokopi, kumpulin lagi ke saya paling lambat sore, ok !!" Oh my Allah... Sungguh engkau memberikan cobaan yang tak mungkin melampaui batas kemampuan hamba-Mu, dan memang kami dapat melampauinya hingga akhir. Keesokan harinya, Rinda gak bisa nemenin eike ke ruang kemahasiswaan dikarenakan sakit, bang Rio juga ada kelas. Mau gak mau eike sendirian -_- sesampainya eike diruang kemahasiswaan, eike dapetin lagi PKM eike yang (katanya) udah ditandatangan sama pak warek. Pas eike buka halaman demi halaman, Alhamdulillah udah ditanda tangan sama pak warek. Terimakasih, pak. :D
Big thanks to Allah SWT, Emak (Rinda Sara) abang Rio, mas-mas penjaga warnet, bude Warteg, Profesor Jamasri, Bang Black, Pak Ari Pambudi, Pak Jatmiko, Pak Dihin, Ibu Matahari, Bapak Sigap, UNIVERSITAS ESA UNGGUL dan semua crew yang bertugas saya ucapkan terimakasih. :*

Kesimpulannya adalah, Sabar itu bukan berarti kita harus
PASRAH, NGALAH. Tuh, garis bawahi pake spidol warna merah. Bukan berarti kita sudah melakukan suatu hal tapi ujung-ujungnya kita pasrah sambil bilang "Sabar aja, biar waktu yang menjawab" Ya kalo elo-elo pada pasrah sambil bilang sabar tapi enggak melakukan perbaikan yaa sama aja hasilnya
NOL BESAR. Dikira jam tangan lo bakal bisa ngomong? Mentang-mentang ada kalimat 'Biar waktu yang menjawab'. Aduhh guys !! Lo enggak bakalan dapetin apapun. Yang bener itu, lo harus bilang sabar, diselingi do'a, and bibirnya senyum semangat sambil bilang "Bismillahhirrahmanirrahim. Allah ngasih banyak jalan."
Kalaupun emang lo udah berusaha bener-bener sampe titik darah penghabisan tapi hasilnya enggak sesuai, yaa berarti Allah udah nunjukkin jalan yang lain. Jalan menuju Roma emang banyak, lo bisa terus mencoba lewat jalan lain, dan enggak harus juga memaksakan kehendak, toh? Lo bisa sukses mecapai apa yang lo mau lewat jalan lain *
SELAMA ITU BENAR* Dari hal kecil aja kita udah bisa lihat. Contohnya, cerita gue barusan. Udah di php-in sana sini dan akhirnya, Alhamdulillah. Bisa dapet tanda tangan Pak Warek, Pak Wakil Dekan, Pembimbing. Tinggal menunggu hasilnya nanti. Kalau menang, Syukur Alhamdulillah gue ucapin, sambil menjalani prosedur yang selanjutnya seperti apa, harus sabar juga menjalaninya. Kalau engga, yaa tetap semangat, yang dulu cukup dijadikan pelajaran supaya kita enggak jatoh ke lubang yang sama. Kalaupun ada yang bilang 'kalo sabar ada batasnya, yaa namanya bukan sabar' yaa emang bener. Bukan sabar namanya, tapi kurang belajar sabar, hehehe. Yang ada nambah masalah kalo kita enggak sabar. Enggak percaya? Buktikan sendiri !! Contoh disekitar kita banyak kok ;)
selamat puasa...
ahahahahaha keren artikel nya :) rajin menulis fin (y)
BalasHapusHuaahh akhirnya ada yg comment *seka ingus*
BalasHapusThanks :D