Assalammu’alaikum
Wr. Wb.
Apa
kabar kalian semua? Senang deh bisa nulis lagi. Afwan banget deh suka jarang
update, maklum sibuk jangan pada baper yah *Huhuhuhu*. Eh tapi ngomong-ngomong
soal baper nih, zaman sekarang apa sih yang enggak faham dengan kalimat yang
satu ini? dari anak SMP sampai yang sudah tua juga ngerti sama kalimat ini. In
my humble opinion, baper atau kepanjangan dari Bawa Perasaa adalah salah satu kalimat yang berarti hati,
perasaan, dan pikiran seorang individu terfokus pada satu hal yang membuat dirinya
merasa gelisah, kecewa, sakit hati. Simple nya baper itu perasaan dari
seseorang yang mudah tersinggung, terkadang juga membuat ia merasa nyaman, mood
yang baik, tenang, muncul rasa sayang, bahkan rasa cinta terhadap individu lain
yang sedang dekat dekatnya. Complicated gini gue jelasinnya. Aduh !
Baper
biasa terjadi pada 2 orang individu atau lebih yang merasakan dirinya berada di
posisi yang seperti diatas gue sebutkan. Mungkin diantara kalian pernah ada
yang merasakan baper, meskipun nggak semua. Tapi tahukah kamu, bahwa istilah
baper saat ini menjadi bahasa trend di Indonesia terutama para remaja? Baper
ini beda loh yah sama perasaan menyukai seseorang terutama para remaja ABG yang
sedang mengalami masa pubertas. Haahaaaha !
Kali
ini gue mau tulis soal baper KHUSUSON buat kalian para perempuan yang memiliki
teman laki-laki. Dimana kalian suka hangout bareng, belajar bareng, makan
bareng, liburan, etc. Terkadang kayak di film-film, pertemanan bisa rusak
karena salah satu diantaranya ada yang baper (Biasa terjadi karena muncul
perasaan menyukai seseorang di kelompok tersebut). baper itu sifat manusiawi
yah, karena normal perempuan bisa menyukai laki-laki, begitupun sebaliknya.
Tapi
kembali ke topic yah, baper juga bisa kok di cegah. Gue mengambil topic ini
karena ini merupakan curhatan gue sendiri. Orang tua gue aja sempat bingung
sendiri kenapa teman gue kebanyakan laki-laki daripada perempuan. Melihat kondisi
diatas, gue sendiri juga berpikiran sama seperti mama dan papa gue bilang, maka
dari itu gue tulis ini. Akan tetapi terkadang buat para uhkti yang memiliki
teman laki-laki, terkadang jadi gampang baper atas perlakuan teman
laki-lakinya. Entah itu karena factor keseringan jalan bareng, hangout bareng,
atau segala aktivitas lain yang dilakukan bersama teman laki-laki kalian *KECUALI
MANDI BARENG* -__-, mengerjakan tugas kuliah, de-es-be.
Berikut
tips buat kalian para perempuan yang punya teman kebanyakan laki-laki:
1.
Dibawa asik aja. Bersikap
seolah-olah mereka adalah kakak atau adik kita. Kalau ini gue susah untuk
jelasin, jadi gue langung kasih contoh.
Cowok : Fulan, lu
cantik deh hari ini *Sambil senyum-senyum*
Cewek : Yaiyalah gue
cantik, kalau gue ganteng mah gue cowok, dong. -_-
Cowok : Yehh, gue serius *pasang muka melas*
Cewek : Lu serius?
Gue juga *LOL*
2.
Selalu bilang TERIMAKASIH kalau
mereka memberikan barang. Entah itu baju, sepatu, buku. Tapi kalau barangnya
berharga banget kayak ngasih cincin, kalung, yang bersifat logam mulia, tanya
dulu maksudnya apa. Kalau kalian tanya “Maksudnya
apa, nih?” dan cuma di jawab “Ya lu
simpan aja, itu buat lu. Pakai, yah. Jangan enggak !” mendingan tolak
secara baik-baik sambil berikan senyum, karena pasti ada maksud tertentu. Entah
itu ngajak jadian, pacaran. And keep positive thinking, yah Ukhti.
3.
Kalau mereka punya tugas kuliah
dan meminta bantuan kalian, bantulah mereka. Karena mereka adalah teman kita. Ingat
! mencari kawan baik itu susah, loh. Beneran, asli, nggak bohong ! kita bantu
mereka mengerjakan tugas mereka karena mereka percaya kita bisa membantunya
untuk menyelesaikan tugas. Asalkan kita ikhlas membantu tanpa pamrih. Caranya
gimana?
a.
Luruskan niat, MEMBANTU.
Terkadang orang salah kaprah dengan hal ini. mereka yang punya tugas, ehh malah
kita yang mengerjakan. Sedangkan yang punya tugas itu hanya diam-diam saja,
bahkan sampai tidur. Kalau ada yang kayak gitu sih lempar aja pakai infocus.
*ROTFL*
b.
Bantu menjelaskan apa yang
dimaksud dengan tugas yang diberikan kepada mereka. Contoh, “Fulan, dosen matakuliah Statistik gua ngasih
tugas, nih. Bantu kerjain, dong. Gue
nggak ngerti.” Dengar dan cermati kalimat mereka, serta garis bawahi di
dalam otak kita bantu kerjain.
You know? Itu adalah kalimat penjebak sebetulnya, tapi karena mereka adalah
teman kita ya jangan di masukin ke hati dulu alias baper, kita kan mau niat
bantuin. Dengar lagi kalimat terakhirnya, gue
nggak ngerti. Teman kita nggak ngerti, tugas kita simple. Cukup dengan
menjelaskan dan mengajari teman kita. Kita juga jangan cuma ngomong doang,
ikutlah kita buka buku, pegang kalkulator, menghitung, dan menjelaskan maksud
soal tersebut serta menjelaskan rumus-rumusnya. Beritahu letak kesalahan mereka
dimana, namun jangan sering-sering juga memberitahu letak kesalahan mereka,
biarkan mereka yang mengetahui sendiri salahnya dimana. Dengan begitu teman kita
jadi faham akan tugasnya, kita juga membantu menghindari mereka dari rasa malas,
serta mereka juga mendapat ilmu dari kita. Karena teman yang baik adalah mereka
yang mampu menghindari temannya dari hal keburukan, termasuk rasa malas.
4.
Kalau teman kita terkena musibah
kecil atau besar, bantulah semampu kita. Asal kita ikhlas untuk membantu.
Intinya ikut senang kalau mereka senang, turut perihatin juga kalau mereka
sedih, selalu berikan mereka support dan semangat.
5.
Jika diantara kalian memiliki
masalah, sebaiknya dibicarakan baik-baik. Jangan dikit-dikit langsung emosi. Ini
juga tips buat kalian. Kalau mau berteman, lihatlah siapa teman kita. Bagaimana
cara dia bergaul, pembawaan diri mereka di lingkungan, dan tutur bahasa mereka.
Nggak masalah kok sebetulnya kita punya teman laki-laki, atau perempuan, toh
memang kalau niatnya berteman saja kenapa tidak?
6.
Kalaupun muncul rasa suka, cinta
atau bla.. bla.. bla.. itu manusiawi. Be confident and keep Istiqomah. Nggak
usah minder, dan tetap pada pendirian kalian para muslimah. Luruskan niat kita
untuk menjaga persahabatan.
Ok,
itu tadi seputar tips dari fina yah buat kalian para perempuan yang memiliki
teman laki-laki. Terkadang kita para perempuan juga harus bisa menjaga diri
kita dari pandangan laki-laki. Teruslah kita beristighfar, dan meminta ampunan
kepada Allah SWT. luruskan kembali niat kita, ukhti. Karena setiap orang
memiliki hak untuk beropini, masalah benar atau tidak itu kembali ke diri kita
masing-masing. Hidup jangan dibawa rumit, deh. Dibawa asik aja, selama itu
menurut kita baik, kenapa tidak? Keep Istiqomah yaa Ukhti.
Wassalammu’alaikum
Wr. Wb.
-Helena Vector-
*Nb,
Helena Vector itu nama pena gue, yah. Nama asli tetep kok, Fina Septiani
Komentar
Posting Komentar