Langsung ke konten utama

Unggulan

REVIEW BUKU "GILBERT CHOCKY: DAVE GROHL"

Gue memutuskan untuk membeli buku ini saat kegiatan Banten Bookfair 2023 berlangsung di gedung Perpustakaan Daerah Banten pada 18 Mei 2023 silam. Kegiatan yang mempertemukan gue kembali dengan sobat karib bernama Gebrina Sephira, atau biasa dipanggil Gegeb, merupakan suatu keberuntungan. Merasa beruntung karena sudah cukup lama tidak bersua sambil membahas buku-buku yang sedang trending, maupun membahas buku-buku lama namun masih layak untuk dibaca. Terlebih di acara tersebut, gue bisa langsung bertatap muka dengan salah satu penulis kondang yang bukunya menjadi best-seller di tahun 2019. Henry Manampiring, penulis buku bertema filsafat berjudul Filosofi Teras. Tapi kali ini gue belum mau bahas Filosofi Teras. Gue bakal bahas buku yang mana sosok didalamnya cukup menyita perhatian setelah beliau meng-cover lagu milik Lisa Loeb berjudul Stay pada tahun 2021 di kanal YouTube Foo Fighters. gambar: pribadi A.      TENTANG BUKU Buku ini ditulis oleh Gilbert Chocky, ri...

REFLEKSI: 22 TAHUN


Hallo semua!

Selamat datang di blog Helena Vector. Hari ini gue mau mengucapkan selamat datang bulan Oktober. Semoga di bulan ini kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, makin dilancarkan rezekinya, dimudahkan urusannya, dan mau mengucapkan selamat juga untuk teman-teman satu fakultas gue yang tanggal 6 Oktober 2018 di wisuda. Selamat buat teman-teman dari FEB khususnya, terus juga buat teman-teman gue dari FIKOM, FASILKOM, FIKES, Psikologi, FT, FDIK, FKIP, Hukum, dan Fisioterapi yang tidak bisa gue sebutkan satu-satu karena jumlahnya banyak. CONGRADUATIONS!
Oke, kali ini gue akan membahas tentang hal apa saja yang terjadi pada diri gue di bulan September tahun 2018 ini. Tidak hanya itu, tapi kegiatan dan hal-hal buruk apa saja yang harus gue buang jauh-jauh ketika menginjak usia sekarang.


foto: pribadi


Berawal pada tanggal 1 September 2018, gue dapat pesan dari salah satu teman yang kuliah di UPI Bandung, Fakultas Sastra dan Ilmu Bahasa Indonesia namanya Bayu. Dia kirim meme via whatsapp yang gambarnya bikin gue ketawa-ketawa sendiri. Apa itu?


foto: Pribadi


Ya. Ternyata ucapan ulang tahun bagi siapa saja yang lahir di bulan September. Padahal gue sendiri sampai merasa bodo amat kalau bulan September adalah bulan kelahiran seorang Helena Vector a.k.a Fina Septiani. Hanya terpikirkan gimana caranya gue memanfaatkan sisa usia yang beberapa tahun lagi mendekati kepala tiga. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak orang berbeda-beda cara merayakan ulang tahunnya. Ada yang mengadakan party, syukuran, dan sebagainya. Kalau gue pribadi sebenarnya enggak terlalu mementingkan perayaan ulang tahun, yang penting adalah doa dari kawan-kawan semua dan gue hanya bisa berterimakasih khususnya buat mama yang sudah mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan gue sampai usia saat ini.


Ada satu hal yang baru gue ketahui dari mama bahkan ini yang bikin gue pengen cuci kaki mama sekali lagi.


Perbedaan usia gue dan kedua kakak itu terpaut cukup jauh. Usia gue dan kakak pertama jaraknya 11 tahun, dan dengan kakak kedua jaraknya 10 tahun. Kakak kedua lahir saat usia mama 28 tahun dan dokter kala itu mengatakan kalau mama jangan nambah anak lagi. Mungkin dokter berkata demikian karena alasan usia mama yang nantinya berpengaruh ke kondisi kehamilan tapi mama hanya bilang ke dokter “Ya saya segimana Allah aja yang kasih.” Jadi ingat juga akan cerita Papa yang kala itu pengen banget punya anak perempuan. Alhasil, butuh waktu lama lagi memang kalau papa kepingin anak perempuan yang lahir dari rahim mama.


Gue ingat akan ayat yang tertulis di surah yasin: 28. Bisa jadi mama yang mengimani ayat tersebut akhirnya mendapat mukjizat dari Allah. And you know what? Di usia mama yang kala itu 38 tahun, Alhamdulillah mama bisa hamil lagi. Sembilan bulan mengandung, dan tepat di tanggal 12 September 1996 mama melahirkan gue ke dunia dengan selamat. Mama selamat, gue juga terlahir sehat. Akhirnya Allah berkehendak untuk kasih kedua orang tua gue anak perempuan. Big thanks to Allah swt.


Itu pertama, yang kedua gue juga mau mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk supporter bola Persija yang baru saja meninggal dunia 7 hari yang lalu, Harlingga. Buat kalian yang membaca blog ini, buat yang beragama Islam gue minta kalian untuk membacakan surat Al-Fatihah, dan untuk yang non-Islam gue minta doa dari kalian juga untuk almarhum semoga almarhun Harlingga diterima di sisi Allah swt, semoga keluarga, teman-teman, dan semua yang di tinggalkan oleh almarhum juga diberi kesabaran dan kekuatan, Amin.


Terkait kasus kematian Harlingga, gue lebih ingin membicarakan pengeroyokannya. Ada hal yang berhubungan dengan apa yang pernah gue baca sewaktu SMP dulu. Buku yang gue baca waktu itu adalah tentang bahaya narkoba dan minuman beralkohol. Yang gue ingat sampai sekarang dari buku itu adalah jika seseorang mengkonsumsi obat-obatan terlarang, maka ada dampak yang bisa terjadi oleh si pemakai yakni euphoria yang berlebihan serta halusinasi. Bahkan jika meminum-minuman beralkohol juga ada dampaknya, yakni si peminum bisa bertindak kriminal. Mengingat akan kejadian yang menimpa almarhum Harlingga, gue sempat lihat salah satu acara televisi yang fenomenal tentang kehidupan polisi dalam melaksanakan tugas, ya kalian juga pasti tahu apa nama acaranya, memperlihatkan tim kepolisian Prabu Bandung menangkap para pelaku pengeroyokan Harlingga. Salah satu dari pelaku ketahuan membawa barang yang bisa gue sebut itu adalah Tembakau Gorilla yang beberapa waktu lalu pernah heboh di Berita Televisi Nasional. Kalian bisa tonton sendiri di YouTube proses penangkapan pelaku pengeroyokan almarhum Harlingga. Sungguh, butuh waktu yang sangat lama untuk membuktikan apa yang pernah gue baca itu ada di depan mata. Hikmah untuk gue pribadi yang bisa diambil adalah sabar. Sabar itu perlu. Tidak hanya untuk kehidupan, tapi saat belajar di sekolah juga kita harus sabar. Berkat kesabaran, gue bisa menikmati proses. Dan hasil dari proses inilah yang menjadikan gue bisa bercerita. Ada nikmat kesan tersendiri kenapa di usia 22 tahun ini Allah masih memberikan gue kesempatan menghembuskan napas.


Selain itu juga, di usia 22 tahun ini gue mengikuti banyak kegiatan. Diantaranya adalah memperingati Hari Tani Nasional dan mendokumentasikan Workshop Jurnalistik yang dilaksanakan oleh Mading Bahana Samakta (MABASA) bersama Biem.co. Acara ini berlangsung di SMAN 2 Pandeglang dan ini sekolah gue dulu FYI. Senang sekaligus bangga akan salah satu sahabat seperjuangan gue bisa berdiri di depan adik-adik peserta workshop sebagai pembicara, yakni Resti Meidimyati atau biasa gue sapa Teteh Resti. Kita awal kenal dari Taekwondo Pandeglang, kemudian berjumpa kembali di Istana Belajar Anak Banten sebagai relawan pengajar, dan kembali bersua di Biem.co sebagai jurnalis.


foto: Pribadi


Selain acara workshop jurnalistik, gue bersama kawan-kawan dari Komunitas Suara Aksara, Perpus Jalanan, UKM Teater Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang, Pena Hitam Pandeglang, Motor Literasi dan Banten Progress Institut memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September 2018. 


foto: Eka Prasetya


Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Pandeglang dan aman. Meskipun agak kaget karena sebelum acara Aksara Suara dimulai, ada mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan gedung pendopo Pandeglang. Sempat ada kepulan asap hitam yang nampaknya mereka membakar sesuatu. Gue mau minta maaf karena sayangnya gue enggak melihat secara langsung dan mendokumentasikan demo tersebut. Tapi alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar dan tidak ada keributan. Gue bisa mengenal teman-teman dari komunitas lain, berbagi pengalaman karena ada sesi diskusi di akhir acara, dan foto bersama sebagai dokumentasi. Agar suatu saat gue bisa menceritakan kembali momen yang terekam ruang gelap.


foto: Eka Prasetya


Sebagai penutup, gue akan berbicara tentang makna usia 22 tahun.

Buat gue semakin kita beranjak dewasa, semakin kita mengetahui makna kehidupan yang sesungguhnya. Ulang tahun bukan hanya sebagai peringatan bertambahnya usia, namun ulang tahun adalah sebuah evaluasi diri dari proses waktu dimana kita memanfaatkan waktu yang tersisa. Apa saja yang sudah kita lakukan selama satu tahun ke belakang, dan apa yang ingin kita raih kedepannya. Tentu saja banyak jalan bukan untuk meraih impian tersebut. Entah esok, lusa, atau entah nanti kita tiada lagi di muka bumi ini, apa yang akan kita tinggalkan untuk generasi yang selanjutnya?

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Begitulah kata Bandaneira dalam lirik salah satu lagunya. Buat gue, ulang tahun adalah waktu dimana kita terus menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik. Agar kelak bisa menjadi sosok inspirtasi di generasi selanjutnya.

Kalau ini adalah makna ulang tahun buat gue, bagaimana makna ulang tahun bagi kalian?


_Helena Vector



Komentar

Postingan Populer