Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SEBERAPA PENTING IKUT ORMAWA?
Sebelum masuk ke pembahasan, gue mau mengucapkan selamat kepada adik-adik
yang sudah lolos ke Perguruan Tinggi dengan jurusan impiannya, baik PTN maupun
PTS. Bagi yang belum diterima, jangan berkecil hati atau larut dalam
kesedihan. Harus selalu percaya bahwa Tuhan punya kejutan yang lebih besar. Kalian
masih sangat muda, jalan menuju masa depan masih sangat panjang. Gue sangat yakin bahwa kalian telah melakukan yang terbaik. Semangat terus, ya!
Pembahasan kali ini berkaitan dengan dunia perkuliahan, dam topik utamanya adalah ORMAWA (Organisasi Kemahasiswaan).
Setiap universitas pasti memiliki ormawa yang disertai kebijakan dan
birokrasi yang berbeda-beda. Gue punya pengalaman menjadi salah satu anggota ormawa, dan di kampus gue sendiri, ormawa dibagi menjadi
beberapa bagian. Mulai dari yang paling tinggi, yakni:
a.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU);
b.
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas (MPMU);
c.
Departemen Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU).
Kemudian, untuk tingkat Fakultas:
a.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF);
b.
Departemen Perwakilan Mahasiswa (DPMF).
Terakhir, terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan komunitas yang
berfungsi sebagai wadah akan minat dan bakat mahasiswa.
Pembahasan kali ini bukan tanpa alasan. Tujuan pembahasan kali ini diharapkan agar tidak ada lagi yang salah kaprah bahwa ‘dengan aktif di organisasi kampus, bisa menjadi jaminan para alumnus
cepat dapat kerja.’
It’s a big NO!
Sempat baca salah satu postingan salah satu akun di Facebook yang cukup menarik untuk dibahas, ia mengaku sulit mendapat pekerjaan dan merasa sia-sia karena setelah memegang satu
jabatan tinggi di organisasi kampus, dan setelah lulus ia
kesulitan mendapat kerja.
DISCLAIMER!
Pembahasan ini disesuaikan dengan pengalaman gue selama kuliah. Namun jika pembaca merasa ada yang salah, atau merasa gue keliru lewat tulisan ini, silahkan berkomentar di kolom komentar yang tersedia!
![]() |
| sumber: Pribadi |
Jika ada salah satu dari pembaca blog ini yang memiliki pertanyaan yang sama seperti judul di atas, gue akan menjawab ‘mahasiswa yang ikut ormawa diibaratkan angka satu rupiah dalam jumlah uang seratus ribu rupiah.’ Maksudnya, saat seseorang memasuki dunia perkuliahan, ia tidak hanya sekadar belajar atau ikut hang-out dengan teman-teman. Dengan bergabung dalam sebuah organisasi atau komunitas, kita akan menemukan hal-hal baru yang diharapkan menjadi bekal sebelum kita memasuki dunia pasca perkuliahan. Kita akan mengetahui cara berorganisasi, cara berkomunikasi dengan baik, belajar bernegosiasi, bertukar pikiran untuk memecahkan sebuah masalah, atau bersama-sama menciptakan peluang yang kelak bermanfaat bagi masyarakat luas. Kualitas dari mahasiswa yang mengikuti sebuah organisasi juga kelak akan dipertanggungjawabkan. Apakah selama mengikuti organisasi, kita menjadi pribadi yang lebih baik atau malah sebaliknya? Itulah mengapa gue mengibaratkan mahasiswa yang ikut ormawa sama seperti angka satu rupiah dalam jumlah uang seratus ribu rupiah. Sebagai pelengkap ilmu di luar perkuliahan, dan bermanfaat untuk siapapun yang membutuhkan.
Selain organisasi kemahasiswaan, perlu diketahui bahwasannya setelah lulus
dari perguruan tinggi, kalian akan bersaing dengan lulusan universitas yang lebih
bergengsi, berpengalaman dalam satu bidang, atau bahkan bersaing dengan mereka yang lulusan
akademi vokasi. Maka dari itu, pentingnya mengikuti pelatihan atau ujian
sertifikasi sesuai dengan minat dan kemampuan juga diperlukan selama kuliah.
Karena dengan adanya bekal dari mengikuti pelatihan, seminar, atau uji
sertifikasi dari lembaga ternama, kalian akan lebih siap untuk menghadapi
dunia pasca perkuliahan. Apakah ingin bergabung di perusahaan ternama, atau membuka
usaha.
Kesimpulannya, bergabung dengan ormawa penting untuk mengasah soft skill. Sedangkan hard skill bisa diperoleh semasa perkuliahan,
dan mengikuti pelatihan, magang, atau uji sertifikasi. Pilihan untuk menjadi
mahasiswa ‘kupu-kupu’, ‘kura-kura’, atau ‘kunang-kunang’ ada di tangan kalian. Selama
mampu menyeimbangkan waktu antara perkuliahan dan organisasi, serta mampu menghadapi
risiko, peluang untuk meraih mimpi nampak dengan jelas di ujung sana!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan Populer
REVIEW BUKU "GILBERT CHOCKY: DAVE GROHL"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW BUKU PIKIRAN FAJAR "YAUDAH, TERIMA AJA"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Informasi yang bermanfaat. Terima kasih atas berbagi informasi nya
BalasHapus