Langsung ke konten utama

Unggulan

REVIEW BUKU "GILBERT CHOCKY: DAVE GROHL"

Gue memutuskan untuk membeli buku ini saat kegiatan Banten Bookfair 2023 berlangsung di gedung Perpustakaan Daerah Banten pada 18 Mei 2023 silam. Kegiatan yang mempertemukan gue kembali dengan sobat karib bernama Gebrina Sephira, atau biasa dipanggil Gegeb, merupakan suatu keberuntungan. Merasa beruntung karena sudah cukup lama tidak bersua sambil membahas buku-buku yang sedang trending, maupun membahas buku-buku lama namun masih layak untuk dibaca. Terlebih di acara tersebut, gue bisa langsung bertatap muka dengan salah satu penulis kondang yang bukunya menjadi best-seller di tahun 2019. Henry Manampiring, penulis buku bertema filsafat berjudul Filosofi Teras. Tapi kali ini gue belum mau bahas Filosofi Teras. Gue bakal bahas buku yang mana sosok didalamnya cukup menyita perhatian setelah beliau meng-cover lagu milik Lisa Loeb berjudul Stay pada tahun 2021 di kanal YouTube Foo Fighters. gambar: pribadi A.      TENTANG BUKU Buku ini ditulis oleh Gilbert Chocky, ri...

REVIEW BUKU “TIDAK APA-APA SEBAB KITA SALING CINTA”

 

Tepat di hari Minggu pada bulan Desember di tahun 2021 yang dimana aku lupa tanggal berapa, buku ini sampai di rumah. Sepulangnya dari kantor, aku langsung membuka bungkus paket. Satu hal yang sangat disayangkan adalah aku tidak mendapat stiker dari pihak kedua penjual buku. Karena sebelum memesan buku, terdapat keterangan “stiker gratis untuk 10 pembeli pertama” yang tertera pada postingan tersebut. Aku sangat ingin stiker tersebut untuk koleksi karena desainnya yang lucu. Respon dari pihak kedua yang menjual buku ini terkesan tidak masuk akal. Mereka lupa menyisipkan stiker untuk paket buku, namun mereka tidak lupa menyisipkan pembatas buku dari mereka sebagai bonus. Aku menghindari konfrontasi, hanya mampu menghela nafas. Admin dari pihak tersebut mengatakan bahwa aku bisa mendapatkan stiker edisi terbatas dari buku ini apabila kembali membeli buku dari pihak mereka. Huft!


Gambar: Pribadi

Masuk hari ketiga setelah buku ini sampai di tangan, aku mulai kehilangan fokus. Membagi fokus terhadap pekerjaan utama dengan hobi tidak semudah yang dibayangkan. Seharusnya aku selesai mengulas buku ini sejak akhir Desember 2021, tapi ternyata lewat sampai satu bulan. Aku salut dengan mereka yang masih bisa menyempatkan waktunya dengan hobi. Lain halnya denganku yang mulai suka menunda. Alhasil, ya seperti inilah jadinya. Sebagian dari mereka mengatakan memang agak sulit membagi waktu antara pekerjaan dengan hobi. Karena terbukti juga oleh diri sendiri, hampir setiap di hari minggu saat libur kantor, aku menghabiskan waktu hanya dengan menonton film, marathon drakor, atau drama Thailand favorit. Kadang kala aku hanya menghabiskan waktu berlama-lama di depan laptop sambil menonton video absurd sambil berkata ‘yang penting hari ini happy!’, aku haus akan hiburan dan liburan.

*Jangan dicontoh!


Bagian Pertama: Tentang Buku dan Penulis

Aku mulai membaca ‘Tidak Apa-apa sebab Kita saling Cinta’ pada pertengahan Desember, tahun yang sama saat buku ini rilis. Aku ingat. Sepulang kerja di sebuah kafe yang cukup ternama di kota Pandeglang, sore itu pengunjung kafe tidak ramai, pengunjung yang ingin bersantai atau berdiskusi dengan lawan bicaranya masih bisa dihitung jari. Sambil memesan Hot Red Velvet, aku membuka buku. Baru membaca halaman prolog, aku mulai penasaran. Kalimat yang berbunyi “kata bisa membuat seseorang membenci satu sama lain selama tahunan, bahkan hingga lupa jika manusia punya kosakata berupa maaf” membuatku mengerutkan kening sambil menyunggingkan senyum. Tidak lama, aku menggelengkan kepala.

Pada halaman pertama, pembaca diberi sambutan ‘selamat datang’ oleh penulis. Para pembaca boleh menebak-nebak tentang isi buku. Kemana arah ceritanya berjalan, dan dibuat penasaran karena kebetulan terdapat hal-hal yang sangat relate dengan kehidupanku. Beberapa kalimat bernada gombal juga berhasil membuatku tersipu sambil cengengesan sendiri.

Buku ini dirilis pada tahun 2021, ditulis oleh Mohammad Ali Ma’ruf dengan 23 prosa. Dikutip dari buku, beliau adalah penulis dan videografer. Beliau juga bertanggung jawab untuk elemen artistik di kanal YouTube Mojok.co, serta aktif di media sosial Twitter dan Instagram miliknya @alimaruv. Buku ‘Tidak Apa-apa sebab Kita saling Cinta’ merupakan buku keduanya setelah sukses menerbitkan buku pertama dengan judul ‘Perihal Cinta Kita Semua Pemula.’

 

Bagian Kedua: Opini Terhadap Buku, dan Kutipan Favorit

Dengan gaya bahasa yang ringan, buku ini sangat direkomendasikan untuk teman-teman yang sedang dilanda patah hati. Sejatinya, buku ‘Tidak Apa-Apa Sebab Kita Saling Cinta’ adalah rekaman perjalanan cinta yang tumbuh sebagai proses belajar, sebagai memori tempat manusia tak kehabisan asah. Pada kisah yang akan kamu baca berikut, semoga kamu menemukan ketenangan yang serupa untuk menyelamatkan diri sendiri.

Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada penulis karena sudah memberikan “obat penenang” lewat buku ini. Aku berusaha untuk berpikir positif dan belajar memaafkan kesalahan di masa lalu saat menjalin hubungan dengan seseorang. Seperti yang diucapkan di awal halaman: “kata bisa membuat seseorang membenci satu sama lain selama tahunan, bahkan hingga lupa jika manusia punya kosakata berupa maaf.”

Kutipan favoritku yang lain dalam buku ini adalah “Jika hubungan kita tidak berhasil, kita tidak perlu saling menyalahkan.” Berusaha untuk tidak saling menyalahkan memang sulit saat dua insan yang pernah mencintai berakhir di tengah jalan. Namun apa daya? Manusia memang tempatnya salah. Tinggal ambil saja keputusan yang menurutmu terbaik. Apakah ingin berjalan di tempat, atau mau mengikhlaskan sambil mengambil langkah untuk kembali tumbuh?

Aku yang egois, memupuk diri sebagai korban atas kandasnya hubungan, perlahan-lahan mencoba untuk memahami apa itu ikhlas bersamaan dengan ulasan buku ini ditulis. Seakan-akan pundak ini ditepuk dengan pelan oleh sang penulis, dan ia berbisik ‘sudah, maafkan saja. Kalian pernah saling cinta.'

****


Reviewer                      : Fina Septiani

Judul Buku                   : Tidak Apa-Apa Sebab Kita Saling Cinta

Penulis                         : Mohammad Ali Ma’ruf

Penerbit                        : Buku Mojok

Tahun Terbit                 : 2021

Kutipan dari Buku   : “Hal yang paling pertama terbesit di kepalaku tentu saja keinginan untuk membuat perpisahan sebaik mungkin, meskipun sadar bahwa sebaik-baiknya perpisahan tetaplah buruk. Lagi pula, ternyata panjang dan melelahkan sekali menulis dan membuang satu per satu ekspektasiku ke kamu. Tapi, tidak apa-apa sebab kita pernah saling cinta.” – Mohammad Ali Ma’ruf

 

 

Komentar

Postingan Populer