Bismillahirrahmanirrahim…
Big thanks to Allah SWT and for my lovely mom, dad, brother, sister, and for my nephew M. Fabian Al-Arsyil Lesmana.Tulisan ini gue persembahkan untuk semua yang telah hadir dalam kehidupan gue selama 19 tahun ini.
Gue lahir tanggal 12 September 1996. Pukul 18.48 WIB *kalo nggak salah lihat di akte*, Pondok Pakulonan, Tangerang Banten. Usia gue sekarang sudah menginjak 19 tahun. 19 tahun juga gue hidup dan dibesarkan oleh kedua orang yang sangat berarti buat gue. Di bimbing oleh kedua orang kakak laki-laki yang super sabar buat bimbing dan mengajari gue hal-hal baru. memberi arah supaya gue nggak salah jalan. Nggak berasa yah 19 tahun itu. Tapi apa saja yang sudah gue dapat selama 19 tahun ini?
Dimulai dari gue yang duduk dibangku Taman Kanak-kanak. Bersyukur banget yah gue punya masa kecil yang indah. Gue bisa main petak umpet, ular naga, gasing, dan berbagai Traditional Games lain yang mungkin lo semua pernah coba. Di Taman Kanak-Kanak sendiri gue punya guru yang super duper sabar ngajarin gue pelajaran berhitung. Haduh, Bu Erni jangan marah-marah lagi yah. Terus, Bu Itoh yang SUPER DUPER BANGET SABARNYA, tetap dipertahankan ibu. I love you.
Setelah lulus Taman Kanak-Kanak, gue lanjut sekolah di SD Negeri Tegal Kembang, Serang. Disini, gue dapat teman-teman baru. terutama, gue ketemu sama sahabat gue yang sampai sekarang masih erat banget yah kayak perangko dan amplop. Namanya Idha Apriani. Dia itu orang yang sayang sama gue, gue juga sayang sama dia. Kita bersahabat sejak kelas 3 SD. dia yang selalu ngajarin gue pelajaran Matematika, dia juga yang baik banget tiap pulang sekolah kalo gue mampir ke rumahnya, gue sering bilang “Dha, minta apel dong.” Dan ‘kucluk.. kucluk..’ gue ambil 2 buah apel malang di dalam kulkas. Dia juga senang banget kalau dengar gue cerita. Tiap jam istirahat sehabis beli jajanan, kita suka nongkrong gitu di depan kelas. Dia juga selalu minta gue buat bercerita. Apapun itu, tentang yang sudah gue baca, gue nonton film, dia selalu antusias mendengarkan. Dari yang kita ikutan ekskul Pramuka, trus ikut kemah, lomba gerak jalan, kita ikutan sanggar tari, mengikuti lomba tari trasidional juga, terus banyak tampildi acara yang mengundang sanggar. Nama sanggarnya juga gue masih ingat banget, Sanggar Mandiri. Letaknya di Komplek Taman Pipitan Indah atau biasa disingkat TPI. Tapi, disini yang buat gue kadang sedih buat cerita. Pas mau naik ke kelas 6, gue harus pindah. Dan otomatis gue sama Idha bakalan pisah. Entah kapan bisa ketemu lagi, main lagi. Nggak cuma Idha, tapi semua kawan-kawan seperjuangan di SD Negeri Tegal Kembang itu, gue sedih banget. Di tambah jaman gue SD kan belum ada tuh yang ‘pegang handphone masing-masing’ apalagi punya akun Sosmed. Semuanya deh yang nggak akan gue lupa. Dimulai dari hal lucu, senang, sedih, pengalaman terburuk waktu SD dulu dimana gue sering banget jadi langganan buat berdiri di depan kelas gara-gara lupa buat PR. Dimana waktu kelas 5 SD adalah pengalaman asem manis asin Subhanallah deh, wkwkwkk.
Hal yang berkesan dari sahabat gue itu, gue masih ingat banget. tanggal 7 Juli 2007, sore harinya sebelum habis solat maghrib gue dan sekeluarga pindah, Idha sama Tri (Salah satu teman gue juga) dia dateng ke rumah, yaa buat menghabiskan waktu bersama dulu kali yah. Kita bertiga main di sawah, yang emang kebetulan kompleks rumah gue dan Idha itu di pisahkan oleh sungai dan sawah. Kita main-main tuh bertiga di jembatan, ngobrol, nyanyi-nyanyi nggak jelas. hahaha..
YETERDAY IS HISTORY, AND TOMORROW IS MISTERY. Setelah itu, gue pindah ke Pandeglang. Di Pandeglang ini gue dapat ilmu baru, lingkungan baru, pengalaman baru, yang lebih banyak dibandingkan di Serang.. Di Kota Santri ini gue mendapatkan hal yang tak terduga, termasuk hal pahit dan manis. Duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar di SD Negeri 7 Pandeglang. Dimulai dari gue bisa jadi juara 3 Speech Contest di Madrasah, di SMP juga juara 1 Speech Contest dibulan Maulid Nabi Muhammad SAW, sering tampil diatas panggung karena punya kemampuan bernyanyi sejak SD, Karawitan, Qosidah, ikut team Padus (Paduan Suara), dan bisa merasakan menjadi seorang Atlet Cabang Olahraga Tae Kwon Do sewaktu SMA, dapat medali, piagam, sertifikat, punya banyak kenalan atlet dari luar Pandeglang dan luar Banten juga. The best moment ever. Seperti yang Justin Timberlake bilang “Yesterday is History, and tomorrow is mistery”. Sampailah pada saat sekarang ini di usia gue 19 tahun. Gue sudah jauh melangkah dengan banyak perjuangan, pengalaman, merasakan menjadi seorang remaja hiperaktif karena banyak ikut organisasi sana sini sejak SD - SMA, entah berapa banyakair mata yang menetes dari perjuangan gue test PTN sana sini terus nggak lolos *seka ingus*. But now, gue bisa merasakan, menyandang status seorang Mahasiswa, dan dimana ini juga merupakan salah satu cita-cita gue. Yaitu bisa kuliah mendapatkan Beasiswa.
Allah Maha Melihat, Allah Maha Mendengar, Allah tidak tidur, Allah akhirnya menjawab semua do’a dari usaha gue selama ini. Al-Qur’an menegaskan bahwa “Maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan?” Allah sudah memberikan gue kekuatan supaya gue bisa melewati semuanya. Ini juga berkat do’a dari kedua orang tua serta kedua kakak laki-laki yang selama ini sudah bimbing dan merawat gue. Yaa meskipun kadang suka berantem dikit-dikit. Heheh Sekarang gue sudah masuk Semester 3 Fakultas Ekonomi, jurusan Manajemen, Universitas Esa Unggul Jakarta *Applause*. Semoga gue bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya *Bilang Amin yah, AMMMIIIN*. Karena tujuan gue kuliah supaya gue bisa jadi orang benar, sesuai dengan harapan dan do’a dari mamah tercinta, juga bisa mengubah Indonesia ke depannya. Soalnya, gue pernah baca tuh satu buku karya kak Robbani Alfan. Itu buku keren, recommended banget !! Terutama buat lo yang sekarang ini duduk di kelas 3 SMA/sederajat. Mengarah banget supaya kalian kalo kuliah tuh nggak salah jurusan, sesuai dengan minat kalian. Karena, kalo kalian kuliah cuma buat nampang nama, nampang gelar, Indonesia mau dibawa kemana, broh? Kita-kita ini generasi penerus yang bakalan mengubah Indonesia menjadi LEBIH BAIK. Supaya nggak ada lagi tuh impor beras, pendidikan rendah, pengangguran tinggi, dan se-abrek permasalahan lain di Negara kita ini. Make a wish right now.. Gue bisa terus berkumpul bersama keluarga tercinta, terus Gue bisa LULUS sarjana yang nantinya bisa mengabdi kepada negara ini, Indonesia, dan masih bisa terus sahabatan sama sahabat gue IDHA APRIANI.
Satu hal lagi. Thank You For Loving Me, salah satu judul lagu dari band Favorite gue. Yaa meskipun gue bukan anak di era tahun 70-an, tapi lagu ini nih recommended banget. Special yah buat kalian semua yang selama 19 tahun ini sudah kenal sama Fina Septiani. Sudah mau berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi apel *cipika cipiki Idha Apriani*. Big thanks for Esa Unggul Mengajar, Istana Belajar Anak Banten. Dimana 2 organisasi ini sudah mempersilahkan Fina untuk menjadi relawan dan bisa mengajar adik-adik kita yang bersemangat untuk belajar. Karena mereka yang membutuhkan juga berhak mendapatkan pendidikan. Kalian yang telah memberikan Fina pembelajaran bahwa berbagi itu indah. Belajar juga kekompakan team work, dan kesabaran.
Lagu ini juga special buat mama, papa, aa Gilang, dan aa Yudi. Tak lupa juga buat teteh ipar aku yang cuantik, teteh Ela dan keponakan aku yang unyu-unyu, M. Fabian AlArsyil Lesmana. THANK YOU FOR LOVING ME, AND I WILL ALWAYS LOVE YOU…
PANDEGLANG, 12 September 2015
Komentar
Posting Komentar