@ Simple Choice Café, Pandeglang
Friday_November 02, 2018
11:28 AM
Kota
Pandeglang cerah hari ini setelah kemarin sore diguyur hujan (kata mama). Tapi entah
nanti sore atau jam dua siang biasanya langsung berubah mendung.
Hari
ini adalah hari dimana gue merasa kikuk. Entah karena merasa grogi bercampur
senang karena lusa kedua sahabat terbaik akan melangsungkan pernikahannya. Namun
berkat Thai Tea yang sudah pesan dan diminum, rasanya
sedikit lebih tenang. Beberapa kesalahan yang dilakukan hari ini ketika ingin
menulis adalah lupa membawa headset dan
akhirnya menulis sambil mendengar hiruk pihuk kendaraan yang sibuk lalu-lalang.
Sungguh menantang. Tidak biasanya menulis dengan keadaan seperti ini. Tidak
hanya itu, membeli bingkai untuk pesanan doodle art pernikahan sahabat lusa
nanti juga tertunda. Bangun kesiangan, ini hari jum’at, dan berangkat dari
rumah menuju lokasi yang dimana 30 menit lagi adalah waktu untuk shalat jum’at.
Pastinya pedagang bingkai langganan akan melaksanakan ibadah wajibnya. Jangan ditiru
ya!
Café
yang berdiri dengan 3 lantai ini sangat membuat betah. Jujur saja, sewaktu pulang
ke Pandeglang sambi mengerjakan skripsi, tempat ini nyaman. Entah karena
tempatnya yang hits dikalangan anak muda kota Pandeglang, atau memang sugesti,
yang jelas tempat ini membuat gue nyaman. Tumben, hari ini sepi. Biasanya siswa/I
yang baru pulang sekolah langsung mampir kemari. Entah itu untuk belajar, atau
sekadar nongkrong.
2016 adalah tahun dimana gue menginjak usia
20 tahun. masih bertanya-tanya, apa saja yang sudah dilakukan selama satu tahun
kebelakang? Kesalahan apa saja yang masih dilakukan? Fokus atau tidak saat
nanti mengerjakan tugas akhir? Apa harapan kedepannya? Terealisasi atau tidak?
PERNIKAHAN; Sebuah kalimat yang mengandung arti kebahagiaan,
haru, dan harapan. Kebahagiaan karena telah menemukan pelabuhan hati, statusnya
sah dimata agama dan sosial, dan menyatukan dua insan yang selama ini telah sepakat
untuk membawa kemana bahtera kehidupan kembali berlayar secara bersama-sama. Haru karena akhirnya menemukan teman hidup. Harapan, usaha dan doa adalah kekuatan untuk meraih apa yang selama ini menjadi cita-cita bersama. Tujuannya
bukan hanya dunia, namun juga akhirat. Tidak hanya menyatukan dua insan, namun
menyatukan dua keluarga yang berbeda kebudayaan dan adat istiadat. Selalu ada
alasan dan selalu ada sesuatu mengapa Allah swt menciptakan perbedaan. Jawaban-jawaban
yang selama ini gue cari mulai muncul satu-persatu. Butuh kesabaran dan butuh networking yang luas memang. Karena sejatinya
kita adalah manusia yang diciptakan dengan kodrat sebagai makhluk sosial. Gembar
gembor nikah muda pernah ada di masanya. Ada yang berjalan berakhir bahagia,
namun ada pula yang berakhir dengan kesedihan dan berujung pada perceraian. Sebuah
keputusan untuk menjalani hidup bersama memang tidak segampang membalikkan telapak
tangan, perlu kesiapan secara lahir dan batin. Bukan hanya mengandalkan materi,
namun juga perlu adanya kesiapan mental dan ilmu yang tidak bisa “dibeli”
dengan uang.
Riva
dan Piyan. Mengenal mereka di tahun 2016. Tepatnya kala itu gue masih duduk di
bangku kuliah semester 6. Piyan adalah sosok yang pekerja keras, dan Riva
adalah sosok yang sedikit manja namun penyayang. Sama-sama suka menonton
konser, dan Sheila On 7 adalah konser yang kami tonton bersama di event
Jakcloth 2016. Entah kenapa gue masih suka dengan band yang satu ini. Mendengar
lagu-lagunya saat usia 2 tahun yang padahal belum paham apa maksud dari lagunya
dan saat berusia 15 tahun baru paham apa maksud dari lagu-lagu yang sejak masih
ingusan sudah didengar. Tenang saja, fenomena anak-anak menyukai lagu-lagu yang
khusus didengar untuk para remaja dan orang dewasa sudah booming sejak dulu. Tidak peduli dengan era kapan kita hidup, namun
orang bijak pernah berkata bahwa “Manusia yang bahagia adalah manusia yang
menikmati hidup pada zamannya.” Siapakah orang bijak yang berkata demikian? Beliau
adalah kakak kandung gue sendiri. Xixixixi!
Gue
sebagai teman yang baik hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kedua calon
mempelai. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah.
Selamat
menempuh hidup baru.
_Helena Vector
Komentar
Posting Komentar