Langsung ke konten utama

Unggulan

REVIEW BUKU "GILBERT CHOCKY: DAVE GROHL"

Gue memutuskan untuk membeli buku ini saat kegiatan Banten Bookfair 2023 berlangsung di gedung Perpustakaan Daerah Banten pada 18 Mei 2023 silam. Kegiatan yang mempertemukan gue kembali dengan sobat karib bernama Gebrina Sephira, atau biasa dipanggil Gegeb, merupakan suatu keberuntungan. Merasa beruntung karena sudah cukup lama tidak bersua sambil membahas buku-buku yang sedang trending, maupun membahas buku-buku lama namun masih layak untuk dibaca. Terlebih di acara tersebut, gue bisa langsung bertatap muka dengan salah satu penulis kondang yang bukunya menjadi best-seller di tahun 2019. Henry Manampiring, penulis buku bertema filsafat berjudul Filosofi Teras. Tapi kali ini gue belum mau bahas Filosofi Teras. Gue bakal bahas buku yang mana sosok didalamnya cukup menyita perhatian setelah beliau meng-cover lagu milik Lisa Loeb berjudul Stay pada tahun 2021 di kanal YouTube Foo Fighters. gambar: pribadi A.      TENTANG BUKU Buku ini ditulis oleh Gilbert Chocky, ri...

OPINI: MENGUAK ISU STEREOTIP REMAJA YANG TERABAIKAN DALAM FILM 'THE BREAKFAST CLUB'

Setelah mendengar lagu Don’t You Forget About Me dan penggalan adegannya dalam film Pitch Perfect:2 di tahun 2016, gue tertarik untuk menonton film paling ikonik di era 80-an ini. Kesan pertama saat menyaksikannya adalah "warna" yang berbeda. Meskipun terlihat dari segi cerita, set lokasi, bahkan screenplay yang juga terlihat apa adanya, namun gue melihat "warna" dalam film pada era tersebut sangatlah klasik, menarik, dan mendalam. Film ini ibarat cermin dari kehidupan pelajar dengan berbagai karakter yang menjadi stereotip di masyarakat dari masa ke masa. Peradaban takkan pernah mati, begitu pula dengan stereotip yang melekat. 

sumber: mental floss


Menceritakan lima pelajar yang harus menjalani hukuman selama satu hari di perpustakaan sekolah. Kelima anak yang dimaksud adalah John Bender, seorang remaja urakan dan sangat menyebalkan. Andrew Clark, seorang atlet gulat yang memiliki segudang prestasi. Brian Johnson, seorang remaja culun namun pintar. Claire Standish, sosok remaja perempuan yang cantik dan terkenal di sekolah, dan Allison Reynolds yang digambarkan sebagai sosok yang aneh dan tidak mempunyai teman. Mereka diawasi oleh kepala sekolah yang cukup killer bernama Vernon. Selama menjalani masa hukuman, ada banyak hal yang mereka lakukan untuk menghilangkan bosan. Salah satunya adalah saling bertukar cerita. Pada adegan ini, gue menemukan pesan yang tersirat dari sutradara yang sekaligus menjadi penulis naskah film.

Dalam pemaparannya, John mengaku bahwa Ayahnya selalu menggunakan kekerasan dalam mendidik anak. Andrew selalu dikritik oleh sang ayah di setiap pertandingan gulat, Brian yang mendapat tekanan dari ibunya agar meraih nilai sempurna, Allison yang diabaikan oleh kedua orang tuanya karena masalah pribadi keduanya, dan Claire yang sudah tidak peduli akan kedua orang tuanya karena selalu bertengkar dan tercancam pisah. Setelah menceritakan kisah hidup, mereka tidak lagi saling menghakimi.

Kesimpulan yang gue dapat adalah isu akan stereotip dan tekanan mental para pelajar yang terabaikan. Banyak pelajar diluar sana yang merasa tertekan atas tuntutan orang tua untuk menjadi yang terbaik, korban kekerasan dalam rumah tangga, dan terjebak dalam lingkungan yang salah. Hal tersebut menimbulkan sikap memberontak dan perilaku yang tidak semestinya mereka lakukan dengan berdalih untuk "bersenang-senang" dan mencari ketenangan. Orang tua terkadang lupa bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Seandainya mereka menyadari bahwa sikap egois yang ditunjukkan berdampak di kemudian hari pada anak, nampaknya mereka akan berhenti memaksa anaknya untuk terlihat sempurna, atau berhenti memukul dan membentak. Akan selalu ada alasan mengapa setiap remaja menginginkan kebebasan dan kebahagiaan versi mereka.

John Hughes berhasil membuat emosi gue naik turun selama 97 menit. Sampai di akhir film, gue menyudahi film ini dengan air mata yang menitik dan senyuman. Film ini dimainkan oleh bintang remaja ternama pada masanya. Salah satu pemain yang menjadi idola gue adalah Molly Ringwald. Dia berhasil memerankan sosok Claire dengan sangat baik. Tidak hanya Molly, ada Judd Nelson sebagai John Bender, Emilio Estevez sebagai Andrew, Ally Sheedy sebagai Allison, dan Anthony Michael Hall sebagai Brian Johnson.

sumber:NYDailynews


"... And this children that you spit on
as they try to change their worlds are immune to your consultations.
They're quite aware of what they're going through..."

_David Bowie

Komentar

Postingan Populer