Langsung ke konten utama

Unggulan

REVIEW BUKU "GILBERT CHOCKY: DAVE GROHL"

Gue memutuskan untuk membeli buku ini saat kegiatan Banten Bookfair 2023 berlangsung di gedung Perpustakaan Daerah Banten pada 18 Mei 2023 silam. Kegiatan yang mempertemukan gue kembali dengan sobat karib bernama Gebrina Sephira, atau biasa dipanggil Gegeb, merupakan suatu keberuntungan. Merasa beruntung karena sudah cukup lama tidak bersua sambil membahas buku-buku yang sedang trending, maupun membahas buku-buku lama namun masih layak untuk dibaca. Terlebih di acara tersebut, gue bisa langsung bertatap muka dengan salah satu penulis kondang yang bukunya menjadi best-seller di tahun 2019. Henry Manampiring, penulis buku bertema filsafat berjudul Filosofi Teras. Tapi kali ini gue belum mau bahas Filosofi Teras. Gue bakal bahas buku yang mana sosok didalamnya cukup menyita perhatian setelah beliau meng-cover lagu milik Lisa Loeb berjudul Stay pada tahun 2021 di kanal YouTube Foo Fighters. gambar: pribadi A.      TENTANG BUKU Buku ini ditulis oleh Gilbert Chocky, ri...

INSIDE OUT: RAHASIA KECIL DALAM OTAKMU

Pernahkah kalian berpikir tentang bagaimana otak bekerja saat kita melakukan aktivitas sehari-hari? Apa yang terjadi dengan otak saat kita merasa bahagia, sedih, atau yang lain? Bagi kalian yang sudah menonton film animasi produksi Pixar yang berjudul INSIDE OUT, bisa dikatakan seperti itulah kerja otak manusia. Otak memiliki fungsi dan peran tersendiri, dimana organ satu ini merupakan sistem saraf pusat pada tubuh manusia.

sumber: wikipedia

Dalam film, kita diperlihatkan bagaimana organ ini mampu menunjukkan daya kepekaan 5 indera dalam diri manusia, daya visual, emosi, dan lain-lain. Sebagaimana yang kita tahu bahwa tubuh manusia diciptakan Tuhan dengan bentuk yang sebaik-baiknya.


Dikutip dari laman Wikipedia, otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostatis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif (mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi). Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, tindakan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Mungkin bagi kalian agak sedikit bingung atau belum memahami tulisan ini. Gue akan kasih contoh tentang kemampuan dari kinerja otak yang sangat luar biasa. Beberapa dari kalian pernah berpikir atau bertanya-tanya mengapa seseorang yang sedang jatuh cinta merasa bahagia, mabuk kepayang, berbunga-bunga, khawatir, merasa menjadi ‘super hero’, susah tidur, dan sebagainya? Jawabannya sangat menarik ternyata. Ada hubungan antara emosi yang timbul dalam diri manusia dan kinerja sistem saraf dalam tubuh manusia.

Dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Birmingham menyebutkan bahwa semakin banyak oksitosin atau yang biasa disebut ‘hormon cinta’ akan memberikan efek seperti meminum wine (minuman beralkohol), menjadi mabuk dan bertingkah yang aneh-aneh. Para peneliti melakukan penelitian penelitian tentang efek dari oksitosin dan alkohol yang meskipun efek terhadap otak berbeda namun hasilnya akan sama. Kemudian ketika kalian merasa sulit tidur ketika sedang merasakan jatuh cinta. Hal ini di karenakan karena ketika kalian sedang jatuh cinta, kalian mungkin akan memikirkan lebih banyak hal apalagi yang berhubungan dengan orang yang kalian incar saat ini sehingga otak ‘dipaksa’ berpikir dan tidak diberikan kesempatan untuk beristirahat, sehingga kalian tidak merasakan kantuk.

Apakah kalian pernah mendengar salah satu lirik lagu dari Gombloh yang berbunyi “ketika jatuh cinta, tahi kucing rasa cokelat?" Terdengar ekstrim. Namun ada penjelasan ilmiah yang bisa menjawabnya. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association mengatakan bahwa orang-orang yang sedang merasakan jatuh cinta cenderung akan merasakan rasa manis yang lebih dominan terhadap apapun makanan yang dikonsumsinya. Kurang lebih seperti itu pembahasan tentang kondisi otak seorang manusia yang sedang jatuh cinta.

Lalu bagaimana kondisi otak ketika kita sedang dilanda patah hati? Tentu akan merasa sedih, mellow, rasa takut meningkat, khawatir, bahkan stress. Lagi-lagi terdapat penjelasan ilmiah tentang hal tersebut. Dikutip dari tulisan The Science of Heartbreak, mengatakan bahwa rasa sakit yang kita alami saat patah hati bermula dari adanya sinyal-sinyal yang dikirimkan melalui otak ke sel sel tubuh kita. Seperti yang diungkapkan oleh Naomi Eisenberger, PhD. dari University of California bahwa ketika manusia mengalami rasa patah hati misalnya saja karena putus cinta atau ditolak oleh orang yang kita sukai, otak tidak dapat mengatasinya sendirian. Karena itulah, otak akan mentransmisikan sinyal kepada tubuh dan memberitahukan bahwa yang kita alami saat itu adalah rasa sakit. Sehingga, seolah-olah kita merasakan sakit seperti tertekan di bagian dada.

Lalu ketika kalian sedang patah hati, entah kenapa sistem imun kalian menurun. Entah itu kalian bisa terserang penyakit seperti flu, kepala terasa pusing, dan sebagainya. Terdapat Hormon cortisol yang bekerja ketika kondisi kalian sedang patah hati. Hormon  cortisol  dikenal juga sebagai hormon pemicu stress. Hormon dopamine adalah hormon yang dapat menstimulasi perasaan senang dan pleasure. Hormon neropinephrine adalah hormon yang memberikan efek rasa super gembira ataupun keceriaan, dan yang terakhir adalah hormon serotonin yang merupakan mood stabilizer sekaligus kontributor bagi timbulnya perasaan bahagia.

Kinerja hormon dopamine dapat terhambat apabila kita merasakan sedih, marah, ataupun emosi terutama karena patah hati. Kedua hormon tersebut akan pergi dan sebagai hasilnya akan menyebabkan munculnya hormon pemicu stress atau lebih dikenal dengan hormon cortisol. Hormon cortisol biasanya muncul ketika kita dalam keadaan stress, tertekan, ataupun terancam dan berfungsi memberikan reaksi perlawanan.

Contohnya saja ketika kita menghadapi situasi genting, hormon ini akan memicu gerakan otot untuk menghindarinya seketika. Saat mengalami patah hati, hormon ini akan bereaksi ke tubuh misalnya ke dada yang dapat menyebabkan rasa sakit tertekan dan terganggunya sirkulasi darah. Tak hanya itu, hormon ini juga berpengaruh terhadap fisik kita (terutama sistem imun) sehingga mudah terserang gejala penyakit.

Inti dari penjelasan otak kali ini adalah perlu kalian ketahui bahwa Allah SWT. menciptakan makhluk hidup dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Seperti yang tertulis dalam QS-At Tin: 4 yang artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat keempat menjelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia diciptakan oleh Allah Swt. dalam bentuk yang bagus baik lahir maupun batin di antara makhluk yang ada di bumi. Selain bentuk yang baik, manusia juga dikaruniai akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk lain. Dengan akal yang dikaruniakan Allah Swt. manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Usahakan otak kita selalu berpikir positif, bukan sebaliknya.
Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Jadi, apa kalian mau galau terus-menerus hanya karena patah hati yang disebabkan oleh orang yang tidak mencintai kalian? Kayaknya enggak banget, deh. 

If Allah is all you have, you have all you need. Amin..
 


Komentar

Postingan Populer