Pernahkah kalian berpikir tentang bagaimana otak bekerja saat kita melakukan aktivitas sehari-hari? Apa yang terjadi dengan otak saat kita merasa bahagia, sedih, atau yang lain? Bagi
kalian yang sudah menonton film animasi produksi Pixar yang berjudul INSIDE
OUT, bisa dikatakan seperti itulah kerja otak manusia. Otak memiliki fungsi dan peran tersendiri, dimana organ satu ini merupakan sistem saraf pusat pada tubuh manusia.
 |
| sumber: wikipedia |
Dalam film, kita diperlihatkan bagaimana organ ini mampu menunjukkan daya kepekaan 5
indera dalam diri manusia, daya visual, emosi, dan lain-lain. Sebagaimana yang kita tahu bahwa tubuh manusia diciptakan Tuhan dengan bentuk yang sebaik-baiknya.

Dikutip dari laman Wikipedia, otak manusia adalah struktur pusat
pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostatis seperti detak jantung,
tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia
bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat
memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan
mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif (mempelajari,
menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi). Otak juga bertanggung
jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, tindakan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
Mungkin bagi kalian agak
sedikit bingung atau belum memahami tulisan ini. Gue akan kasih contoh
tentang kemampuan dari kinerja otak yang sangat luar biasa. Beberapa dari
kalian pernah berpikir atau bertanya-tanya mengapa seseorang yang sedang
jatuh cinta merasa bahagia, mabuk kepayang, berbunga-bunga, khawatir, merasa
menjadi ‘super hero’, susah tidur, dan sebagainya? Jawabannya sangat
menarik ternyata. Ada hubungan antara emosi yang timbul dalam diri manusia dan
kinerja sistem saraf dalam tubuh manusia.
Dalam studi yang dilakukan
oleh para peneliti dari
University of Birmingham menyebutkan bahwa semakin banyak oksitosin atau yang
biasa disebut ‘hormon cinta’ akan memberikan efek seperti meminum wine (minuman beralkohol), menjadi
mabuk dan bertingkah yang aneh-aneh. Para peneliti melakukan penelitian
penelitian tentang efek dari oksitosin dan alkohol yang meskipun efek terhadap
otak berbeda namun hasilnya akan sama. Kemudian ketika kalian merasa sulit
tidur ketika sedang merasakan jatuh cinta. Hal ini di karenakan karena ketika kalian sedang jatuh cinta, kalian
mungkin akan memikirkan lebih banyak hal apalagi yang berhubungan dengan orang
yang kalian incar saat ini sehingga otak ‘dipaksa’ berpikir dan tidak diberikan
kesempatan untuk beristirahat, sehingga kalian tidak merasakan kantuk.

Apakah kalian pernah
mendengar salah satu lirik lagu dari Gombloh yang berbunyi “ketika jatuh cinta,
tahi kucing rasa cokelat?" Terdengar ekstrim. Namun ada penjelasan ilmiah yang bisa menjawabnya. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association mengatakan
bahwa orang-orang yang sedang merasakan jatuh cinta cenderung akan merasakan
rasa manis yang lebih dominan terhadap apapun makanan yang dikonsumsinya. Kurang lebih seperti itu pembahasan tentang
kondisi otak seorang manusia yang sedang jatuh cinta.
Lalu bagaimana kondisi otak ketika kita sedang dilanda patah
hati? Tentu akan merasa sedih, mellow, rasa takut meningkat,
khawatir, bahkan stress. Lagi-lagi terdapat penjelasan ilmiah tentang hal tersebut. Dikutip dari tulisan The Science of Heartbreak, mengatakan
bahwa rasa sakit yang kita alami
saat patah hati bermula dari adanya sinyal-sinyal yang dikirimkan melalui otak
ke sel sel tubuh kita. Seperti yang diungkapkan oleh Naomi Eisenberger, PhD.
dari University of California bahwa
ketika manusia mengalami rasa patah hati misalnya saja karena putus cinta atau
ditolak oleh orang yang kita sukai, otak tidak dapat mengatasinya sendirian.
Karena itulah, otak akan mentransmisikan sinyal kepada tubuh dan memberitahukan
bahwa yang kita alami saat itu adalah rasa sakit. Sehingga, seolah-olah kita
merasakan sakit seperti tertekan di bagian dada.
Lalu ketika kalian sedang
patah hati, entah kenapa sistem imun kalian menurun. Entah itu kalian bisa
terserang penyakit seperti flu, kepala terasa pusing, dan sebagainya. Terdapat Hormon cortisol yang bekerja ketika
kondisi kalian sedang patah hati. Hormon cortisol dikenal juga sebagai hormon pemicu
stress. Hormon dopamine adalah hormon yang dapat
menstimulasi perasaan senang dan pleasure.
Hormon neropinephrine adalah hormon yang memberikan efek
rasa super gembira ataupun keceriaan, dan yang terakhir adalah hormon serotonin yang merupakan mood stabilizer sekaligus kontributor bagi timbulnya
perasaan bahagia.

Kinerja hormon dopamine dapat terhambat apabila kita merasakan sedih, marah, ataupun emosi terutama karena patah hati. Kedua hormon
tersebut akan pergi dan sebagai hasilnya akan menyebabkan munculnya hormon
pemicu stress atau lebih dikenal dengan hormon
cortisol. Hormon cortisol biasanya muncul ketika kita dalam
keadaan stress, tertekan, ataupun terancam dan berfungsi memberikan reaksi perlawanan.
Contohnya saja ketika kita menghadapi situasi
genting, hormon ini akan memicu gerakan otot untuk menghindarinya seketika.
Saat mengalami patah hati, hormon ini akan bereaksi ke tubuh misalnya ke dada
yang dapat menyebabkan rasa sakit tertekan dan terganggunya sirkulasi darah.
Tak hanya itu, hormon ini juga berpengaruh terhadap fisik kita (terutama sistem
imun) sehingga mudah terserang gejala penyakit.
Inti dari penjelasan otak kali
ini adalah perlu kalian ketahui bahwa Allah SWT. menciptakan makhluk hidup
dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Seperti yang tertulis dalam QS-At Tin: 4
yang artinya:
“Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Ayat keempat menjelaskan
bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia
diciptakan oleh Allah Swt. dalam bentuk yang bagus baik lahir maupun batin di
antara makhluk yang ada di bumi. Selain bentuk yang baik, manusia juga
dikaruniai akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk lain. Dengan akal yang
dikaruniakan Allah Swt. manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Usahakan otak kita selalu berpikir positif,
bukan sebaliknya.
Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa
yang kuat. Jadi,
apa kalian mau galau terus-menerus hanya karena patah hati yang disebabkan
oleh orang yang tidak mencintai kalian? Kayaknya enggak banget, deh.
If Allah is all you have, you have all you need. Amin..
Komentar
Posting Komentar